Romantisme Arsitektur
Dulu –mungkin sama dengan anak yang lainnya- cita-cita saya bermetamorfosis beberap kali. Dan sebagai cita-cita yang menduduki nomor wahid, menjadi dokter adalah mimipi awal yang muncul akibat lingkungan dan dorongan orang tua. Sejalan dengan waktu, dan penyakit phobia akan makluk berseragam putih itu, cita-citaku tertambat menjadi seorang pengacara. Tontonan ibu yang doyan dengan film India dan beberapa film yang menampilkan sosok lawyer yang begitu hebat dan heroic ikut andil dalam hal ini. Namun cita-cita itupun sirna oleh pandangan seorang om, yang bersifat sinis dengan profesi lawyer, dan sebagaimana anak-anak lainnya, saya ikut mengamini. Jadilah cita-cita itu tersimpan di bawah nisan. Hingga akhirnya saya tergoda dengan profesi arsitek.